Bank Victoria Bantah Laporan WN Australia Soal Dana Rp 7 Miliar

Jakarta – Bank Victoria membantah laporan warga negara (WN) Australia Omar Hallak ke Mapolda Metro Jaya terkait dana Rp 7 miliar. Bank Victoria menegaskan, tudingan soal dana milik Omar yang bobol diambil petugas bank, tidak benar.

“Dengan demikian apa yang dilaporkan oleh OH dan kuasa hukumnya adalah tidak benar. Patut diduga bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk mencemarkan nama 17tahun baik Bank Victoria,” jelas Corporate Secretary Bank Victoria, Susilowati dalam siaran pers, Kamis (13/1/2011).

Omar telah menjadi nasabah Bank Victoria di KCP Muara Karang sejak 2002. Dalam pengaduannya ke Polda Metro Jaya pada Rabu (12/1) dia mengaku dana miliknya di rekening tabungannya dipalsukan oleh pejabat Bank Victoria dalam kurun waktu 2004-2006.

“Berdasarkan pemeriksaan intern yang dilakukan oleh SKAI pada 22 Juli 2010 dan Kepala Operasional Kantor Pusat 30 September 2010 diketahui bahwa semua cerita dewasa transaksi yang dilaporkan Omar baik berupa penarikan atau pemindahbukuan maupun transfer sudah sesuai dengan sistem dan prosedur kelaziman bank karena telah ditandatangani pemilik rekening, diverifikasi dan distempel tanda tangan cocok serta diotorisasi oleh pejabat yang berwenang di KCP Muara Karang,” tuturnya.

Omar Hallak melaporkan pihak video Bank Viktoria dan pejabat berwenang atas dugaan pembobolan rekening sebesar Rp 7 miliar. Dalam laporan resmi bernomor TBL/125/I/2011/PMJ-Ditreskrimsus, Omar melaporkan Dobias Iskandar selaku Kepala Cabang Bank Victoria Muara Karang dan Lusi Oei selaku Manager Marketing Bank Victoria Muara Karang dengan tuduhan Pasal 49 UU No 10 Tahun 1998 jo Pasal 362 dan pasal 263 KUHP.

Omar sudah menjadi nasabah Bank Victoria itu sejak tahun 2002. Dana awal yang dia setorkan ke bank saat itu berjumlah 5 juta dollar Australia.

Pada tahun 2008, Omar kaget saat hendak menarik uangnya, pihak bank menyatakan bahwa saldo yang tersimpan di rekeningnya tidak mencukupi. Karena selama di Australia, Omar mengaku tidak pernah menarik uangnya.

Dari print out rekeningnya itu, diketahui jika saldonya itu telah berkurang sejak tahun 2002. Dari print out itu pula, diketahui bahwa tabungan di rekeningnya itu telah ditransfer ke tiga bank lain yakni Bank BCA, Bank Mega dan Lippo Bank.

This entry was posted in today news. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

*